Monthly Theme

AMBISI PELAYANAN

uzziah-offered-incense-in-the-temple-and-god-struck-him-with-leprosy

Sangatlah sulit untuk melihat ambisi dalam sebuah pelayanan, mungkin ambisi mengejar kedudukan bisa terlihat, namun tidaklah demikian dengan ambisi pelayanan. seperti raja Uzia yang dididik oleh Imam Zakharia dan selama dididik dan dimentori raja Uzia menjadi kuat dan jaya kerajaannya, akhirnya dia menjadi sombong, dan melahirkan sebuah AMBISI pelayanan. Raja Uzia merebut kedudukan dan tugas para imam, padahal dia sudah diberkati dengan kedudukan raja. Akhirnya raja Uzia ditulahi kusta putih karena ambisinya. Hati2lah dengan Ambisi dan syukuri berkat yang ada, jangan merusak pekerjaan Tuhan dan tugas serta kedudukan para imam.
Demikian pengusaha nikmati kedudukan sebagai pengusaha jangan berambisi merebut dan menggagahi tugas para imam!
Waspadailah KETAMAKAN, Jangan sampai pelayanan suci dan murni dikotori ambisi dan ketamakan serta kesombongan. Lihat Yudas Iskariot sudah diangkat menjadi rasul, masih kurang, akhirnya memberontak dan berkhianat kemudian berakhir tragis.
Suatu penglihatan sorgawi datang malam hari, dan dipertunjukkan bagaimana iblis bermain dalam pelayanan gereja, melalui seseorang perempuan yang begitu berambisi dalam pelayanan dan sangat emosional, dalam penglihatan itu dia datang dan marah-marah dengan angkuhnya (roh Izebel), sementara di belakangnya ada bayangan hitam si iblis dan beberapa orang yang mengomporinya. Kemudian suara Tuhan berkata: Segera selamatkan gereja, maka larilah sesuai perintah sorga, menerobos dan melewati perempuan dan iblis menuju ke gereja dimana jemaat sedang berkumpul, dan gereja itu kemudian menjadi terang, yang asalnya gelap, dan di akhiri sangat tragis akhir hidupnya. Beberapa waktu kemudian hal ini terjadi secara fisik seperti penglihatan itu, sungguh luar biasa sebuah visi dari Tuhan begitu jelas dan terperinci dan benar, ada beberapa peneguhan dari beberapa hamba Tuhan, akhirnya Gereja bisa diselamatkan dari tangan darah, Hati2lah iblis terus menguasai dan bermain dalam pelayanan dan gereja, sehingga banyak orang tidak sadar bahwa gereja itu harus benar, murni, tulus, bukan berpolitik apalagi ambisi dan tamak dengan mengejar kedudukan imam dan harta. Firman: di akhir zaman manusia yang benar semakin benar dan yang cemar semakin cemar, serta yang jahat semakin jahat! banyak pemfitnah, penipu, pendusta, pengkhianat, pemberontak, suka menjelekkan orang dan tidak tahu balas budi serta tidak suka berdamai.
Simon dari Samaria si sihir yang sudah bertobat berusaha untuk membeli karunia2 Tuhan, sehingga rasul Petrus dan rasul Yohanes memarahinya. Demikian di akhir zaman ada Simon2 si sihir yang berusaha membeli karunia dan menyuap pendeta, namun juga ada pendeta yang mau menjual-belikannya, tidak seperti rasul Petrus yang berintegritas.