Selasa, 24 Mei 2011 - 17:59:14 WIB
Perang Salib I
Diposting oleh : Administrator
Kategori: History - Dibaca: 1691 kali


http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/a/ac/Byzantium1204.png

Perang salib I (1096-1099), sejarah perang salib tercatat ada 8-9 kali, sejak tahun 1096-1291 M = 195 tahun. 

Banyaknya perebutan dan perang saudara di antara umat Kristen di Anatolia (daratan Turki sekarang), membuat para pemimpin mengundang tentara bayaran dari Kurdii (Seljuk-Mongol Asia Tengah), sementara bangsa Seljuk telah tinggal di Anatolia lebih lama dari bangsa Turki dan sebagian telah nenekuk agama Kristen, sedangkan bangsa (Mongol Asia Tengah) Turki baru pada abad ke 11, mulai berdatangan ke Anatolia (Turki sekarang), karena diundang sebagai tentara bayaran, dan membantu seorang pelarian pemberontak dari Byzantium yang menikahi salah satu kepala suku Turki, untuk merebut tahta kerajaan Byzantium, setelah selesai mereka tidak mau kembali dan tinggal di Anatolia menjadi gerombolan. Kurdi dan Turki (Islam Sunni) telah berkuasa di Irak sampai di Suriah dan merebut  Israel dari kekuasaan dari bangsa Arab (Fatimiyah Mesir yang Islam Syiah), dan mereka berbuat sekehendaknya, gemar berperang, bangsa nomaden, ahli menunggang kuda dan memanah, terkenal kebengisannya.  Kebengisan mereka menganiaya dan membunuh para pemimpin Kristen di Israel dan Yerusalem serta merampok oara peziarah Krsiten dari Eropah, bahkan berusaha untuk menghancurkan semua situs Kristen terutama di tanah suci Israel-Yerusalem, hal ini kemudian menimbulkan perang salib.

Irak dikuasai oleh Abbasiyah (sunni) dan Mesir dikuasai oleh Fatimiyah (Syiah), sampai ke Spanyol. Pertikaian antara Kristen yaitu Armenia dan Byzantium (Roma Timur dengan kekuasaan dari Anatolia sampai sebagian Eropah Timur dan Yunani dan beragama Kristen Ortodok), sedangkan Armenia adalah kerajaan kecil Kristen. Banyaknya suku Seljuk yang merampok dan menyerang di desa-desa Anatolia Timur, membuat banyak kekacauan dan migrasi penduduk lokal Armenia maupun Yunani (Byzantium) ke Barat, akibatnya pertahanan Anatolia Timur menjadi lemah, dan migrasi bangsa Seljuk terus memasuki Anatolia, yang diawal sebagai tentara bayaran dan menjadi penduduk biasa dan sebagian besar beragama Kristen.

Tahun 1071, bangkitlah bangsa Seljuk dan Arab bergabung untuk menyerang kerajaan Byzantium (kekuatan dari Irak, Suriah, Badui (Arab nomaden), Mesir serta Seljuk/Turki berusaha untuk merebut kerajaan Byzantium, sebagaimana keinginan nabi Muhammad yang tertulis dalam kitab suci.

Tahun 1071 terjadilah peperangan di Anatolia Timur yaitu Menzikert, daerah kekuasaan kerajaan Byzantium antara kerajaan Byzantium dengan gabungan pasukan Kurdi-Seljuk (sebagian Kristen). Kekuataan pasukan Byzantium cukup besar, namun sebagian adalah rekrutan dan budak serta tentara bayaran dari suku Seljuk (Turki), maka oleh jenderal dan raja Romanos IV, dipakai sebagai pasukan cadangan di belakang. Ketika terjadi pertempuran, pasukan Byzantium mundur ke belakang karena terdesak, dan juga merupakan bagian strategi untuk memukul lawan dengan pasukan cadangan. Ketika pasukan Byzantium sudah mundur, ternyata pasukan cadangan tidak mau membantu (sebab sesuku dengan penyerangnya), dan membiarkan pasukan Byzantium tercerai berai, maka tertawanlah raja Romanos IV dan harus membayar upeti serta tebusan yang besar, yang membuatnya menjadi miskin, lemah dan banyak banteng serta kota diambil oleh pasukan gabungan Muslim.

Semakin tahun semakin tertekan dengan upeti, dan perampasan kota dan banteng serta perampokan ke desa-desa Kristen kerajaan Byzantium dan Armenia oleh suku Seljuk (Turki), maka tahun 1081 raja Alexios Komnenos yang adalah seorang jenderal berhasil merebut kekuasaan kerajaan Byzantium, dan berusaha untuk menggalang kekuataan dan kesatuan para garnisun kota dan benteng kerajaan Byzantium untuk mempertahankan dan merebut kembali daerah-daerah yang baru direbut. Namun usaha diplomatik dan kekuatannya tidak mampu, apalagi terjadi perang antara Byzantium dengan Armenia yang sesama Kristen. Raja Alexios Komnenos meminta bantuan kepada Eropah Barat, untuk mempertahankan dan merebut kembali serta menahan lajunya ekspansi Seljuk.

Alasan pasukan Seljik terus mendesak ke Eropah Timur dan sementara di Spanyol terus mendesak memasuki Perancis, menjadi ancamana bagi Eropah ditambah pengahncuran situs2 Kristen di Yerusalem dan penganiayaan para peziarah Kristen Eropah yang ke Yerusalem, maka Eropah Barat mengirimkan pasukan bantuan dan muncullah perang salib.
Dan pada saat itu Seljuk telah menguasai sampai di Suriah, namun hubungan mereka kurang harmonis, dan mereka telah merebut Yerusalem dari tangan Fatimiyah Mesir. Maka gangguan terhadap para peziarah, perampokan, pembunuhan dan perampasan tanah-tanah suci gereja serta usaha meruntuhkan situs-situs suci gereja di Yerusalem dan sekitarnya (agar bukti2 kekristenan hilang). Hal ini tidak pernah terjadi sebelum-sebelumnya, ketika Yerusalem dirampas oleh bangsa Arab dari tangan Byzantium (Kristen) pada tahun 632 M.
Pada saat yang sama di Spanyol dan Portugal umat Kristen harus terdesak terus menghadapi ekspansi dari suku Afrika dan Arab yang disebut Moor, dan mendekati Perancis Selatan.
Maka Paus Urbanus II berkeliling ke negara-negara Eropah dan meminta bantuan para raja-raja Eropah untuk membebaskan Yerusalem dari tangan Seljuk dan menjaga para peziarah dari gangguan dari pihak Seljuk, maupun Arab atau Badui. 

Paus Ubanus II konsili di Clermont 1095 yang dihadiri 250 uskup dan 400 kepala biara dan para perwira Perancis serta para bangsawan. Dengan kotbah yang berapi-api dan membakar semangat dengan mengeluarkan surat pengampunan dosa bagi para pejuang salib dan penjualan surat pengampunan dosa untuk biaya perang. Paus mengutip dari kitab 2 Magabeus 12:39-45; Mat 12:31; 1 Kor 3:11-15) dan Mottonya adalah ‘Deus Le Volt’ atau Allah menghendaki. Juga raja Roma Timur (Byzantium/Konstantinopel) Alexius I Comnenus.

A. Ada 2 kelompok yang maju berperang yaitu yang pertama karena emosi dan terbakar oleh kotbah dan nubuatan seorang pertapa (pendoa) Kristen yaitu Peter. Mereka terdiri dari para petani dan para wanita, mengangkat Peter, Walther dan pastor Coletsalek sebagai pemimpin (150.000-300.000 orang), sayangnya sepanjang jalan mereka tidak tertib dan disiplin sehingga mereka menjarah, merampok dan membunuh bangsa Yahudi yang ditemuinya (1096/musim semi di Rheine/Jerman). Pembunuhan disebabkan karena mereka mengingat Yesus disalibkan oleh orang Yahudi, padahal itu harus terjadi agar keselamatan diberikan pada bangsa-bangsa lain. Ketika sampai di Hongaria dan sekitar Balkan mereka saling membunuh karena berselisih. Akhirnya mereka ada yang pulang dan sebagian lagi maju dipimpin oleh Peter menuju ke Nicea karena tidak berpengalaman, dan tidak terlatih serta tidak menguasai medan sehingga mereka kehabisan air, sebab sumur-sumur ditutup oleh pasukan Turki Seljuk, akibatnya mereka semua dibantai dengan kejam tanpa ampun dan Peter berhasil melarikan diri.

B.Kelompok yang kedua, yaitu pasukan salib sejati dipimpin oleh Raimond dari Toulouse, Godfrey dari Bouillon (Perancis=bangsa Frank), Bohemond dari Taranto/Sisilia (Italia) putra Robert si Musang juga disertai oleh wakil paus uskup Adhemar dari La Puy, Robert dariFlanders, Robert dari Normandia dan Stephen dari Blois. Mereka berangkat Agustus 1096 dari Clermont berjumlah antara 60.000-100.000 orang. Tahun 1097 mereka tiba di Konstantinopel dan mereka diminta untuk bersumpah setia pada raja Alexius untuk mengembalikan daerah yang direbutnya, dengan ancaman dan bagi mereka yang melawan dan tidak mau bersumpah mereka berperang dengan pasukan Yunani sempat terjadi perang, itulah perang salib terawal sebelum menyerang pasukan Turki Seljuk, (Kristen vs Kristen). Juni 1097 menaklukkan ibukota Turki Seljuk di Asia kecil Niceae (Nicea). Bulan Juli tahun yang sama pasukan Turki Seljuk mengalami kekalahan yang besar di Dorylaeum. Oktober 1097 setibanya di Antiokhia mereka mengepung kota itu dan Juni 1098 berhasil direbut. Sementara setiap daerah yang dikuasai oleh pasukan Muslim, mereka takut umat Kristen membantu menyerang pasukan salib dari dalam, sehingga di mana ada umat Kristennya, maka pria Kristen diminta untuk keluar kota dan para wanita di sandera oleh Muslim agar mereka tidak membantu pasukan salib menyerang kota mereka.

14 Mei 1097, Pasukan Salib menduduki Nikea (tidak jauh dari Kostantinnopel/Istanbul, kota yang dipakai sebagai konsili pertama yang melahirkan iman rasuli), Nikea dikembalikan kepada kerajaan Byzantium, sekaligus membalas kekalahan dan pembantaian pasukan salib dari petani oleh pasukan Seljuk (Kurdi).

16 Mei 1097, Seljuk-Kurdi, berusaha untuk merebut kembali namun berhasil dikalahkan, sampai tgl 19 Juni seluruh Nikea takluk dan kembali kepada Byzantium.

1 Juli 1097, pasukan salib dicegat oleh sejumlah besar pasukan Seljuk di Dorylaeum dan dijebak, namun pasukan Seljuk mendapatkan perlawanan dan serangan mematikan dari pasukan Salib yang sudah dibagi menjadi 3 pasukan: 1. Dipimpin oleh Boemondo di Taranto sebagai garda depan disertai oleh jenderal Byzantium Titikios. Ke 2, Dipimpin oleh Raymond de Toulouse, dan ke 3 dipimpin oleh Godefroy de Bolion. Ketika pasukan salib didepan dicegat dan sebagian melarikan diri ke belakang dan berjumpa dengan pasukan yang dipimpin oleh Godefory de Bolion dan langsung mengalahkan pasukan Seljuk yang mengejarnya, kemudian Godefory meneruskan dan membantu pasukan garda depan dan langsung menyerang dari belakang pasukan Seljuk, sementara pasukan yang dipimpin Raymond de Tolulouse menyerang dari arah samping pasukan Seljuk.

15 Agustus 1097, pasukan salib menyerang dan merebut Konya (dekat dengan Efesus, daerah Ikonion) dan mengembalikan kepada kerajaan Byzantium dari tangan Seljuk.  Diteruskan merebut Kayseri (Caesarea Mazacha) tanggal 27 September, lalu merebut Antiokhia (Antakya) tanggal 21 Oktober, pasukan Seljuk mendapatkan tambahan pasukan dari Suriah yang dipimpin oleh Duqaq, dan berhasil dikalahkan oleh pasukan salib I, di al-Bara.

9 Februari 1097, pasukan salib mengalahkan pasukan Seljuk yang dipimpin oleh Ridwan dari Aleppo (daeraj antara Suriah dan Irak) di danau Antiokhia.

10 Maret 1097, Edesa (tempat dekata Aleppo dan sedikit mendekati Irak, dimana tempat itu adalah daerah Armenia, namun yang ditaklukkan oleh Seljuk-Kurdi, dan berhasil direbut dan menjadi kerajaan Latin I dari pasukan Salib I (karena penduduknya sebagaian besar Armenia yang beragama Kristen Armenia) dan bermusuhan dengan Byzantium yang beragama Kristen Ortodok, maka mereka meminta pasukan Salib yang beragama Kristen Katolik, untuk berkuasa di tempat tersebut). Sementara itu jauh sebelumnya pasukan Byzantium yang dipimpin oleh jenderal Tatikios telah menarik diri ketika mengepung kota Antiokhia pada awal Februari.

Jenderal Tatikios bergabung dengan raja Alexios Komnenos I untuk merebut daerah-daerah pesisir Barat Anatolia dari pasukan Seljuk.  Akibat kekalahan Seljuk dari pasukan salib berturut-turut, dan sebagian daerah jajahannya sudah dikembalikan pada Byzantium, maka Alexios menggalang pasukannya dan armada laut untuk merebut daerah2 lainnya bersama jenderalnya Tatikios yang harus meninggalkan pasukan salib sendirian merebut kota Antiokhia.

Saat itu terjadilah kesalah-pahaman antara Byzantium dengan pasukan Salib, karena Alexios memerintahkan jenderalnya Tatikios untuk meninggalkan pasukan salib sendirian mengepung Antiokhia, sedangkan kerajaan Byzantium saling berperang dengan kerajaan Armenia, untuk memperebutkan daerah bekas milik Amenia yang adalah kerajaan Kristen pertama abad ke 2 yang diberi otonomi khusus/setengah merdeka oleh kerajaan Romawi. Akhirnya Alexios berperang dengan pasukan salib dalam memperebutkan wilayah sekitar Edessa yang sudah direbut dari tanga Seljuk, Byzantium menganggap pasukan salib ingkar janji untuk mengembalikan setiap tanah yang direbutnya kepada kerajaan Byzantium. Dan Raja Alkexios kemudian berdamai dengan kerajaan Seljuk Alp Arslan, sehingga ia bisa memerangi kerajaan Armeniauntuk merebutnya, hal ini membuat pihak Eropah dan Roma Katolik tidak menyukai sikap kerajaan Byzantium dan berakibat tidak saling mendukung, sehingga pasukan salib ke 2 dan ke 3 mengalami kesukaran ketika melewati jalan darat di Anatolia, dudaerah Seljuk, serta pasukan salib tidak mau membantu Byzantium untuk merebut daerahnya dari Seljuk, hal ini merugikan ke dua belah pihak. Dan pihak kerajaan Seljuk dengan mudah menyerang dan merebut kerajaan Edessa dan terus berperang dengan pasukan Salib. Permusuhan antara pasukan Mesir (Fatimiyah/Syiah) dan pasukan Seljuk/Sunni, karena pihak Seljuk terus berusaha untuk merebut Mesir dan bersaing saling merebut Suriah.

Tanggal 3 Juni  1098, pasukan Salib yang semakin sedikit jumlahnya dan telah ditinggalkan oleh pasukan Byzantium, berhasil merebut banteng luar Antiokhia, dan mengepungnya, namun bantuan dari pasukan Seljuk dari Irak dan Anatolia serta dari Suriah ke Antiokhia untuk membantu Antiokhia. Jadi antiokhia dikepung oleh pasukan salib, namun karena sedikit jumlahnya masih ada tempat yang bias diterobos oleh penduduk Antiokhia untuk meminta bantuan dan mencari makanan, dan pasukan salib juga dikepung oleh pasukan bantuan (saling mengepung). Ketika bantuan dari berbagai penjuru Seljuk, tiba dengan sejumlah pasukan besar yang dipimpin oleh Kur Bugha (Seljuk itu dari ras Mongol Asia Tengah yang nomaden dan suka berperang dan ahli memanah dan menunggang kuda). Pasukan salib tertekan dan furstasi, ditambah sejumlah besar pengungsi orang Kristen di Antiokhia yang oleh penguasa Antiokhia Yaghi Siyan (Seljuk) diusir keluar dan harus meningalkan anak dan isteri, karena takut berkhianat dan membantu pasukan salib. Yaghi Siyan mengusir para pemimpin Kristen Antiokhia dengan cara yang licik, pada hari pertama disuruhnya penduduk Antiokhia untuk membuat parit di luar banteng Antiokhia, lalu hari ke dua disuruh orang-orang Kristen untuk membuat parit, lalu pintu benteng itu ditutup, dengan oleh penguasa Antiokhia Yagi Si Yan (Seljuk), maksud agar para pemimpin dan pemuda Kristen Antiokhia tidak ada dalam banteng, dan para isteri dan anak-anak tetap di dalam benteng sebagai jaminan, bahwa mereka tidak boleh membantu pasukan salib. Namun karena pasukan menemukan Tombak Suci yang dipakai menombak Yesus ketika di Salib, serta mendapatkan penglihatan bahwa seorang malaikat dan menyampaikan pesan akan membantu, dan mengalahkan pasukan musuh yang jauh lebih besar, segar, dan lengkap persenjataannya. Moral pasukan Salib menjadi naik, maka mereka keluar dari benteng dan menyerang dengan semangat yang bernyala-nyala, sambil berlari mengejar pasukan musuh yang berkuda, maka banyak pasukan Seljuk yang terbunuh, dan menyerah serta  melarikan diri. Ternyata  beberapa pasukan Seljuk melarikan diri karena melihat sejumlah besar pasukan berkuda di belakang pasukan salib yang adalah penampakkan pasukan malaikat (tanggal 28 Juni).

11 Desember 1098,  kemenangan pasukan salib berlanjut dengan merebut Ma’arat al-Nu’man dan berdirilah kerajaan Latin ke 2 yaitu Antiokhia.

January 1099, kerajaan Antiokhia diresmikan dan dipimpin oleh Bohemond dari Sisilia (suku Normandia yang berkuasa di Italy Selatan). Bohemond telah melanggar sumpahnya pada rajaByzantium dengan tidak mengembalikan daerah Mediterania pada Yunani, bahkan ia dengan mengangkat dirinya sendiri sebagai pangeran kota Antiokhia, dan beberapa tahun kemudian ia berperang dengan kerajaan Byzantium di Yunani namun berhasil dikalahkan dan ia mati dan dimakamkan di Italy Selatan dengan makam sederhana. Sedangkan sebagian pasukan memisahkan diri yang dipimpin oleh Baldwin dari Boulogne menyerang Edessa yang dikuasai oleh orang Kristen Armenia (kerajaan Kristen pertama yang berdiri pada abad ke 2 sedangkanByzantium menjadi kerajaan Kristen pada abad ke 4) dan merebutnya 10 Maret 1098 (perang sesama Kristen). Tentara salib mendirikan kerajaan pertama yaitu Edessa.

13 Januari 1099 pasukan salib I menerukan perjalanan ke Selatan menuju sepanjang pesisir Mediteranian menuju ke Israel dan merebut Hisn al-Akrad. 17 Februari berhasil merebut Tartus atau Tortosa, dan 1 Juni berhasil memasuki Arsuf dan merebutnya.

Selama 2 tahun dalam perjalanan pasukan salib mengalami kesulitan dan kesusahan dan penyakit, pertengkaran, pertempuran dan disersi pasukan (melarikan diri), maka tanpa disangka mereka sampai di Yerusalem dan ini merupakan suatu mujizat.

Akhirnya 2-6 Juni pasukan salib menduduki Ramlah dan siap menuju ke Yerusalem yang sudah dekat.

Setelah mengepung selama 4 bulan, dalam kondisi sulit, seorang mendatangi pemimpin pasukan salib dan mengatakan bahwa Tuhan telah menyerahkan Yerusalem kepada pasukan salib. Saat itu moral pasukan salib sedang jatuh, kedinginan, sulit makan dan minum selama berbulan-bulan, mereka hamper gila karena frustasi, sebab air di sekeliling Yerusalem telah diracuni sedangkan benteng yerusalem sangat kokoh. Pasukan Arab di Yerusalem sedang mempertimbangkan mengusir orang Kristen untuk meninggalkan Yerusalem, karena mereka takut kalau mereka membantu pasukan salib menyerang dari dalam.

Maka Baudoin de Bourcq dan Tancred merebut Betlehem. Alam dan cuaca merupakan kesulitan besar dan ditambah kekurangan air dan kayu, pasukan salib tiba2 mendapatkan makanan dari Nablus dan 3 kapal Genoa yang mendarat tanpa diketahui oleh armada laut Mesir (Fatimiyah), yang membawa sejumlah peralatan dan kayu serta beberapa insinyur untuk membuat menara pengepungan.

Akhirnya tanggal 15 Juli merebut Yerusalem, ditengah tekanan besar. Dan berdirilah kerajaan Latin ke 3 yaitu kerajaan Yerusalem.

Benteng Yerusalem sangat kuat dan kokoh ditambah orang Yahudi, Kristen dan Armenia membantu mempertahankan benteng dari serangan pasukan salib bersama penguasa bernama Iftikhar yang ditunjuk oleh Mesir.

Sebelumnya Yerusalem dalam kekuasaan Mesir (Fatimiyah/Syiah), kemudian berhasil direbut oleh Seljuk/Sunni yang sangat bengis dan brutal ,sehingga menimbulkan perang salib, karena banyak menganiaya dan membunuh orang kristen dan para peziarah yang dari Barat, serta meruntuhkan situs2 kristen dengan maksud hendak menghapus bukti2 sejarah.

Pada saat Seljuk berperang dengan pasukan salib dan terus mengalami kekalahan, dan dikalahkan oleh pasukan salib, maka Seljuk dalam kondisi lemah, maka pasukan Mesir/Fatimyah, merebut kembali Yerusalem dan menempatkan ratusan pasukan khusus (garnisun kota yang dibantu oleh penduduk yahudi, Armenia dan Kristen Arab.  Hal ini terjadi ketika pasukan salib sedang meneruskan perjalanannya ke Yerusalem.

Mesir menempatkan 400 pasukan elit bersama sejumlah garnisun untuk menjaga Yerusalem, dan dibantu oleh orang Yahudi, Kristen, Armenia. Peranan orang Yahudi sangat besar di Yerusalem dan sekitarnya, namun mereka akhirnya juga dibantai oleh pasukan salib karena memihak musuh dan diusir keluar dari Yerusalem dan sebagian ke Askelon, Suriah dan Mesir.

Maka 15 Juli 1099 Yerusalem direbut oleh Godfrey dari Bouillon bersama 5000 pasukan salib yang hampir gila, karena kehausan selama pengepungan Yerusalem, akibat ditutupnya semua sumur-sumur oleh pasukan Islam di sekitar Yerusalem. Kesalah pahaman dalam peperangan mengakibatkan pembunuhan penduduk sipil yang mengungsi bercampur di Masjid dan sebagian orang Yahudi di Sinagog. Hal ini sangat memilukan dan akhirny meemahkan pasukan salib di kemudian hari, sebab Yerusalem tidak banyak lagi penduduknya. Perang, pembunuhan bukanlah perang yang dikehendaki oleh Tuhan! Perang sejati adalah mematikan segala keinginan duniawi, menjadi taat, tunduk, tertib, disiplin, pegang janji, menyangkal diri dan pikul salib/bukan perang salib. Tanpa penyangkalan diri dan mengalahkan diri semuanya menjadi sia-sia dan selalu berbuahkan pertikaian sendiri, ingkar janji dan perebutan kekuasaan. Perang sejati juga adalah memenangkan jiwa, memelihara dan menjaga terus bagi Kristus serta menjaga dirinya sendiri agar tetap berkenan pada Tuhan, bukan berperang secara phisik.

Selama perang salib, pihak Seljuk dan Mesir selalu mendapatkan dukungan dari bangsa Yahudi di setiap kota dan benteng bahkan orang2 Kristen di benteng tersebut.  Bangsa Yahudi lebih banyak membantu pasukan Mesir dan Seljuk bahkan sampai di Spanyol dan membantu dalam peperangan melawan pasukan Salib sampai pada abad ke 19, hal inilah membuat Barat sakit hati dan membenci Yahudi.

Setelah pasukan Salib merebut Yerusalem, maka pasukan Salib buru-buru berperang di Askelon, Karena pasukan bantuan dari Mesir dan Lebanon mendarat, maka pasukan Salib terpaksa membagi 3 kelompok dan membagi tugas, dan mereka berhasil mengalahkan pasukan tambahan yang baru mendarat di Askelon, namun banteng Askelon belum sempat direbut, karena di antara mereka bertiga terjadi sedikit ketegangan masalah siapa yang berhak menerima kunci banteng Askelon.

Askelon merupakan kunci jalan menuju ke Mesir. Tahun 1153 barulah Askelon berhasil direbut,ketika pasukan Salib ke 2 datang, gagal merebut Damaskus, yang seharusnya tujuannya pasukan Salib ke 2 adalah merebut Edessa dari tangan Zeng I  (Kurdi) yang merebutnya dari pasukan salib I.

Pasukan bantuan dari Mesir mendarat di Askelon, dan bertempur dengan pasukan Salib, dan berhasil mengalahkannya, namun Askelon tidak direbut, karena terjadi perselisihan antara para komandan pasukan Salib tentang siapa yang berhak untuk menerima penaklukkan dari tangan pasukan Askelon. Askeon itu dekat dengan Mesir dan Yaffa/Yope dan terletak di pinggir pantai.

Askelon menjadi tempat pelarian bagi orang Yahudi, dan sisa pasukan dan rakyat dari Yerusalem, sehingga Askelon menjadi benteng yang kuat bagi Mesir untuk menahan pasukan Salib.

Pasukan Salib ke 2 tidak mau merebut Edessa, dan lebih menekankan tentang ziarah dan kemewahan,sehingga banyak terjadi percekcokkan pribadi dan internal antar kerajaan latin yang ada, sebab sarat dengan keinginan dan lobbi politik.


Di Yerusalem Para pendeta Kristen Ortodoks diganti oleh uskup dari Roma Katolik. Dan Godfrey diangkat sebagai raja namun ia menolaknya dan menyebut dirinya sebagai ‘Pelindung makam suci’ serta menolak mahkota dari emas karena ia mengatakan bahwa Yesus saja bermahkotakan duri Godfrey adalah seorang pemimpin Kristen yang beriman, namun ia tidak berkuasa lama, ia mati setahun kemudian dan diganti oleh penggantinya yaitu raja Edessa Baldwin. Karena pengertian kekristenannya kurang, maka mereka (Pasukan salib) tidak dapat merebut hati rakyat setempat, sehingga ini merupakan bom waktu. Tahun 1100 Godfrey meninggal dan diganti oleh 
Baldwin dari Edessa (1100-1118).

Tahun 1109 Tripoli berhasil direbut oleh pasukan salib dari Turki Seljuk, maka ada 4 kerajaan pasukan salib yang dari Eropah Barat (Frank), dimana seharusnya dikembalikan pada kerajaan Byzantium (Yunani), yakni Yerusalem, Tripoli, Edessa, dan Antiokhia. Selanjutnya raja-raja lainnya Baldwin II (1118-1131); Fulke dari Anjou (1131-1143); Baldwin III (1143-1162); Almarik (1162-1173); Baldwin IV (1173-1184) disebut juga king of Lepre; Baldwin V (1184-1186).

Kerajaan Latin Yerusalem terbentuk dikarenakan adanya persaingan dan perpecahan antara pasukan Islam di Mesir (Fatimiyah/Syiah) dengan lainnya termasuk (Seljuk/Sunni). Fatimiyah melihat kehadiran pasukan salib merupan suatu benteng bagi dirinya dari serangan bangsa Seljuk. Dan kejatuhan dinasti Fatimiyah karena kematian beruntun selama tahun 1094, Khalifah Mesir al- Mustanshir, Wazirnya pendiri benteng Kairo (Syiah), juga di tahun yang sama Khalifah Abbasiyah (Sunni/Kurdi-Seljuk). Seljuk Mosul sangat agresif dan kejam sehingga kerajaan Islam di Suriah (Seljuk/Sunni) juga tidak menyukainya. Damaskus danAleppo yang di wilayah Suriah masih dikuasai oleh Mesir dinasti Fatimiyah/Syiah, dan tidak ditaklukkan oleh pasukan salib, sebab merupakan kunci bagi pasukan salib untuk menjaga keseimbangan antara Mesir (fatimiyah/Syiah) dan Irak (Seljuk/Sunni) yang terus bermusuhan. Dinasti Seljuk menguasai Aleppo, Damaskus, Seljuk Rum dan Mosul, di mana mereka saling bersaing dalam keluarga.

Dinasti Fatimiyah berpusat di Mesir (Syiah), menguasai Persia, Palestina dan Yerusalem yang kemudian direbut oleh Seljuk/Sunni dinasti Abbasiyah. Sedangkan pada dinasti Fatimiyah sendiri terjadi persaingan dalam keluarga untuk memperebutkan kekuasaan. (Bahkan terjadi persepakatan antara pasukan salib dengan Suriah untuk melawan Sejuk tahun 1108; 1111; 1113 dan tahun 1115 pasukan Seljuk dibawah pimpinan Muhammad dikalahkan secara total di Danith (nama Islam). Motivasi perdagangan sangatlah kuat untuk membuat orang berperang dan berkhianat atau melupakan panggilan suci sehingga saling membunuh sesama Kristen. Dalam persaingannya perdagangan di laut sampai merebut kota pelabuhan antara kerajaanByzantium dengan Italy (Venice dan Genua) serta kerajaan baru Latin Yerusalem mulai terjadi.

Perang salib sangat menguntungkan saudagar-saudagar kapal di PisaGenoa dan Venice(Italy) karena menyeberangkan pasukan salib, kuda dan perbekalan alat perang ke daerah Mediterania. Saudagar-saudagar Italy mendapat kesempatan yang besar dengan menaikkan harga tiket-tiket kapal, sehingga mereka bukannya membantu namun memberatkan biaya perjuangan. Ternyata Mammon sangat merusak dan cinta akan uang akar segala kejahatan, dapat merusak mental, tujuan dan panggilan sorgawi itu namanya beragama bukan berTuhan, kalau beragama itu ujungnya bisa berhala seperti Mamon membuat umat Kristen sampai sekarang beragama bukan ber Tuhan, waspadalah terhadap segala berhala (1 Yoh 5:21)!

Walaupun sebagian besar pasukan salib ada yang bermotivasi yang baik, namun juga ada yang jahat seperti Akhan di zaman Yosua, yang melanggar firman Tuhan (kekudusan) dengan mencuri barang (mamonis/memperkaya diri/tidak taat), hal ini cukup untuk merusak kemenangan yang dijanjikan oleh Tuhan pada Yosua (Yos 7). Para wanita juga banyak yang ikut berjuang, baik sebagai tentara maupun sebagai pembantu bagian dapur, ini membuat bangsa Islam terkagum-kagum akan keberanian dan kecantikan para wanita pasukan salib.

Kekaguman umat Islam juga terjadi karena melihat bagaimana para suami (Eropah) tidak secemburu umat Islam ketika isterinya berbicara bahkan mungkin lebih dari pada itu terhadap sesamanya. Namun juga umat Islam melihat hal itu merupakan suatu perbuatan yang kurang senonoh karena adanya para wanita (Eropah) yang demikian mudahnya membiarkan muka dan tubuhnya untuk dipegang oleh orang lain, sedangkan pihak Barat dan Kristen terkejut melihat keluarga islam yang para wanita menutup semua badan dan tidak boleh bergaul, namun boleh kawin banyak yang di Kristen ini sangat tabuh dan tidak adil. 

Raja Byzantium juga memperoleh kembali sebagian tanahnya (Anatolia/Nicea, Cyprus, Spanyol), dari tangan Turki Seljuk atas perjuangan pasukan salib, suatu saat Byzantium memanggil tentara bayaran dari Mongol Asia Tengah lainnya yaitu kemudian disebut Turki yang merupkan sesame Mongol dari Asia tdngah dengan Seljuk, namun beda ras dan sesame muslim (kelak akan mendirikan dinasti Ottoman-Turki, bahkan Seljuk bergabung untuk mendukung Turki, sampai abad ke 19, barulah Seljuk yang adalah bangsa Kurdi meminta merdeka sampai sekarang namun tidak pernah diberikan oleh Turki.

Raja Byzantium mulai bersahabat dengan kerajaan Seljuk dan kerajaan baru Latin Yerusalem bersahabat dengan Suriah (Islam Sunni). Hal ini nantinya akan menyebabkan kegagalan perang salib ke 2. Pasukan Seljuk meminta bantuan suku-suku nomaden Kurdi yang gemar berperang dan tangkas berkuda salah satunya Artuqid Turki dari Mardin membantu untuk melawan dan mengalahan pasukan salib (dibawah pimpinan Roger dari Antiokhia) di Balath (Islam/dikenal sebagai ladang darah) Juni 1119.

Edessa adalah kerajaan Kristen Armenia yang pertama didirikan yaitu pada abad ke 2-3, kemudian pada abad selanjutnya direbut leh Byzantium dan kemudian direbut oleh Seljuk dan abad ke 11 direbut oleh pasukan salib dan kemudian direbut oleh Seljuk. Llu direbut oleh Turki sampai sekarang dan Armnia digeser kea rah Rusia dan berdekatan dengan Georgia, maka peta telah berubah.  

Perang salib terbentuk bertujuan untuk merebut dan mempertahankan tempat Suci, makam Suci Yesus Kristus dan para peziarah dari gangguan Seljuk dan menjaga para peziarah serta situs2 kristen dari perusakan.

Sejak Islam muncul di abad ke 8, dan merebut daerah-daerah Kristen dari kerajaan Byzantium (Roma baru yang sudah Kristen), penaklukan dan penjajahan terus dilakukan pihak fatimiyah maupun Abbasiyah, puncaknya pada abad ke 11, ketika mereka menyerang sampai ke Perancis (Fatimiyah) dan Eropah Timur (Abbasiyah) dan Yunani serta Itali, maka pihak kerajaan Kristen melalui paus menyatakan perang, untuk merebut kembali tempat2 suci dan milik kerajaan Kristen lainnya, dan mempertahankan kerajaan Kristen serta menjaga dan melindungi para peziarah yang ke Yerusalem, itulah sebabnya disebut perang salib.

Perang salib terbagi menjadi 4 bagian:

Perang salib di Eropah yaitu untuk menahan serangan bangsa Barbar (Viking, Vandal, Goth, Visigoth dan yang lainnya) berhasil dengan baik.

Perang salib untuk merebut kembali Spanyol dan mengusir pasukan gabungan dari Afrika dan Mediterania (Muslim Moor). Juga berhasil dengan baik.

Mengusir pasukan Turki dan Mongol dari Eropah Timur, Yunani, dan Itali berjalan dengan baik.

Perang salib di Asia untuk mempertahankan daerah kristen lainnya serta merebut kembali Yerusalem, kurang berhasil dengan baik, bahkan abad ke 16 kerajaan Kristen Byzantium yang dibangun lebih dari 1200 tahun telah direbut oleh Turki Ottoman. Penyebab kekalahannya yang di Asia:

Karena jarak yang jauh dari Eropah.

Terjadinya perang 100 tahun antara Perancis dengan Inggris.

Wabah penyakit di Eropah dan Byzantium

Terjadinya perpecahan karena perang dan doktrin dari dalam.

Kurangnya strategi dan persiapan.

Kurangnya minat untuk perang salib.