Jumat, 05 Juli 2013 - 10:11:47 WIB
Kudeta Mesir Sebagai Tanda Kejatuhan "Islam Politik"
Diposting oleh : Administrator
Kategori: History - Dibaca: 1520 kali

Di sisi lain, beberapa negera atau kelompok negara lainnya memilih mencari jalan 'aman' menanggapi situasi terkini pascaperalihan kekuasaan di Ibu Kota Kairo.

Keheranan mungkin muncul dari Arab Saudi. Raja Saudi Abdullah selama ini terkenal anti terhadap semua aliansi politik dalam negeri untuk reformasi. Namun, negara monarki ini justru mengirimkan dukungan dan ucapan selamat atas suksesi militer tersebut.

Ungkapan dukungan juga dilayangkan Negara Teluk lainnya. Pun, Presiden Bashar al-Assad dalam komentar resminya setuju dengan kudeta militer di Mesir. Menurutnya, Mursi adalah simbol politik Islam yang sudah usang.

''Apa yang terjadi di Mesir adalah jatuhnya politik Islam,'' kata dia. Assad menambahkan, ''Siapa pun yang menjadikan agama untuk kepentingan politik akan mengalami nasib serupa.''

Sebaliknya, pemerintah Inggris menyatakan situasi berbahaya di Mesir. Masih kuatnya peran militer di konstalasi politik membuat Inggris tidak setuju atas penggulingan Mursi. REPUBLIKA.CO.ID,  5/7-2013

AS,Inggris dan Eropah yang dianggap musuh oleh partai Mursi (IM), justru memberikan komentar tidak setuju terhadap kudeta dan meminta untuk kembali kepada demokrasi. 

Kairo - Amerika Serikat mendorong pemerintah Mesir untuk tidak berlaku sewenang-wenang terhadap Mohamed Morsi yang kini berstatus tahanan rumah. Diharapkan, pemerintahan sipil segera terbentuk dan kembali berkuasa di Mesir. Novi Christiastuti Adiputri - detikNews. Jumat, 05/07/2013 09:09 WIB.

Moskow, - Usai tergulingnya Mohamed Morsi dari kursi Presiden Mesir, pemerintah Rusia mengimbau semua kekuatan politik di Mesir untuk mengendalikan diri dari aksi kekerasan.

"Kami rasa, penting agar semua kekuatan politik di Mesir untuk menahan diri dan mempertimbangkan kepentingan nasional yang lebih besar dalam aksi mereka," kata Menteri Luar Negeri Rusia dalam pernyataannya, sebagaimana dilansir AFP, Kamis (4/7/2013).

Pemerintah Rusia menekankan pentingnya pengendalian diri untuk mewujudkan situasi kondusif di Mesir pasca kudeta terhadap Morsi. Terciptanya situasi kondusif dapat menjadi bukti komitmen Mesir dalam menyelesaikan masalah sosio-politik dan ekonomi secara demokratis, tanpa kekerasan, dan tanpa membeda-bedakan kelompok sosial dan agama. Danu Damarjati - detikNews. Kamis, 04/07/2013 16:56 WIB.

PARIS, KOMPAS.COM — Negara-negara Barat menyerukan semua pihak di Mesir untuk menahan diri dan cepat kembali ke demokrasi setelah militer menggulingkan Presiden Muhammad Mursi yang Islamis, Rabu (3/7/2013). Laporan yang berkembang menyebutkan, setelah digulingkan, Mursi dan para pembantu utamanya telah ditahan pihak militer dalam tahanan rumah. 
Militer Mesir berkeras bahwa tindakannya itu merupakan tanggapan terhadap demonstrasi besar-besaran yang menuntut penggulingan Mursi. Tentara menggulingkan Mursi setelah seminggu terjadi pertumpahan darah yang menewaskan hampir 50 orang saat jutaan rakyat negara itu turun ke jalan untuk menuntut diakhirinya satu tahun pemerintahan Mursi yang bergejolak. Adly Mansour, Ketua MA, pun telah diangkat sebagai presiden interim.
Namun, Barat menyatakan kegelisahan atas fakta bahwa pemimpin pertama Mesir yang terpilih secara demokratis itu telah digulingkan setahun setelah ia merebut kekuasaan.  
  • Kamis, 4 Juli 2013 | 09:57 WIB. Sumber : AFP
  • Mesir dan Mursi: Mursi pun menegaskan kepada seluruh rakyatnya bahwa jabatan bukanlah sesuatu yang dia kejar. "Mesir adalah milik kita semua, milik kita sendiri. Saya tidak lapar posisi," tegas dia. 

    Meski demikian, Mursi mengakui bahwa dia telah membuat kesalahan. "Saya melihat (kesalahan saya) itu dengan lebih jelas sekarang," aku dia. 

    Sumber: Reuters/AP/AFP/CNN. Kompas 
    Rabu, 3 Juli 2013 | 05:13 WIB.
  •  Editor : Palupi Annisa Auliani

    Kegagalan Mursi: karena mementingkan partai daripada negara, dan menyerukan rakyatnya untuk jihad ke Suriah, tidak tegas dalam proses tindakan polisi terhadap kematian 30 pemrotes, membiarkan penganiayaan terhadap minoritas (Kristen dan Syiah), gangguan keamanan terhadap turis meningkat, ekonomi jatuh, harga bahan melambung, investor hengkang dari Mesir, kriminal terjadi dimana-mana, memaksakan kekuasaan otoriter kepadanya yang ditentang rakyat, memperbolehkan tentara dan polisi berjengggot panjang, serta memasukkan anggota partainya ke semua jabatan dan membangkitkan semangat Muslim Brotherhood bangkit dan menjadi ancaman disemua negara Arab (Islam radikal) dll.

    Mursi dan Ikhwanul Muslimin: Pemerintahannya gagal menjaga ketertiban saat ekonomi ambruk dan kejahatan melonjak, termasuk serangkaian serangan seksual terbuka terhadap perempuan di jalan-jalan Mesir. Kekacauan itu pun mengusir banyak wisatawan dan investor dari negara itu.

    Ben Wedeman dari CNN mengatakan, tugas untuk memerintah Mesir saat ini merupakan salah satu pekerjaan tersulit di bumi. Sejak Ikhwanul mengambil alih, mereka menemukan bahwa banyak birokrasi menentang mereka terkait ketakutan bahwa kelompok itu akan memasukkan para pendukung mereka di setiap level pemerintahan. "Jika Anda Presiden Mesir dan Anda tidak dapat mempercayai polisi serta tentara Anda, serta Anda tahu birokrasi tidak menyukai Anda, maka Anda akan memiliki pekerjaan yang sangat sulit untuk dijalankan," kata Wedeman. 

    Kolumnis Frida Ghitis mengatakan, salah satu hal paling mencolok dari protes 2013 terhadap Mursi adalah intesitas kemarahan terhadap Ikhwanul Muslimin. Dia menunjukkan bahwa pada Juni 2013, semakin banyak orang menandatangani petisi Tamarod (atau pemberontak) guna menarik dukungan dari Mursi ketimbang memilih dia dalam pemilu. Hal itu menunjukkan bahwa ketidakpuasan telah meluas, bukan hanya pada kalangan liberal atau para mantan pendukung rezim Mubarak. Ghitis berpendapat, kredibilitas Ikhwanul dan Mursi memburuk saat mereka "berulang kali melanggar janji mereka".

    "Pada gelombang pertama pemilu, banyak pemilih berpikir kalau mereka Muslim, maka mereka harus memilih Ikhwanul Muslimin. Mereka berpikir sekuler itu identik dengan ateis. Sekarang mereka mengetahui betapa agama dapat dimanfaatkan untuk kekuasaan," kata Ghitis. (Dyah Arum), Kompas, 
  • Kamis, 4 Juli 2013 | 15:56 WIB


Obat Tumor Rahang
17 Desember 2013 - 10:06:09 WIB

Senang biasa berkunjung ke website anda, sebelumnya saya ucapkan terimakasih.
Obat Herbal Gagal Ginjal
18 Desember 2013 - 13:15:34 WIB



informasinya sangat berguna sekali untuk disimak gan... makasih
Cara Mengobati Tumor Hati
20 Desember 2013 - 09:51:52 WIB

terimakasih atas informasinya, salam kenal.
Obat Herbal Sinusitis
21 Desember 2013 - 14:04:18 WIB

halaman yang sangat menarik buat di baca dan di pelajari....
semoga sehat sellau dan sukses ya all
jangan lupa mana dukungannya buat timnas kita...
Obat Herbal Radang Tenggorokan
23 Desember 2013 - 14:12:39 WIB

mantap bener dech info dan halaman yang telah di sajikannya semoga bisa berguna bagi orang banyak,, aminn
saya tunggu halaman dan ilmu barunya ya... alll
Selamat hari IBU
cara mengobati sakit pinggang
25 Desember 2013 - 09:02:39 WIB

terimakasih atas informasinya
Pengobatan Herbal Kanker Darah
25 Desember 2013 - 11:10:41 WIB


Terimakasih gan infonya sangat bermanfaat
<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>